Kapolda Maluku dan IMM Satukan Gagasan, Bidik SDM Unggul hingga Ekonomi Berkelanjutan

0

AMBON, BeritaLaser. Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mendorong Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kapolda saat menerima audiensi jajaran DPP IMM Maluku di Ruang Rapat Kapolda Maluku, Senin (10/8/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu menjadi momentum bagi kedua pihak untuk membangun komunikasi sekaligus membahas sejumlah gagasan strategis bagi kemajuan Maluku.

Audiensi tersebut dihadiri Kapolda Maluku, Wakapolda Maluku, Dir Intelkam Polda Maluku dan Kabid Humas Polda Maluku. Sementara dari DPP IMM Maluku hadir Ketua Umum DPP IMM Maluku Muhammad Saleh Soawakil, Pengurus Pusat IMM Bidang Kemaritiman Abubakar Mahu, Sekretaris DPP IMM Maluku Mustaqim Helut, Bendahara DPP IMM Maluku A. Harmadi Tuahaan, S.T., serta sejumlah pengurus lainnya.

Kapolda menyambut baik kedatangan jajaran IMM Maluku sekaligus menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan kepengurusan baru. Ia berharap komunikasi yang telah terbangun dapat dilanjutkan dalam bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Terima kasih atas kunjungan dan kedatangan adik-adik dari IMM. Saya mengucapkan selamat atas pelantikan yang telah dilaksanakan. Mudah-mudahan ke depan silaturahmi dan komunikasi kita dapat terus terjalin dengan baik,” ujar Kapolda.

Menurut Dadang, mahasiswa dan pemuda memiliki posisi penting dalam menjaga persatuan serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif. Organisasi kemahasiswaan tidak hanya menjadi wadah kaderisasi dan pengembangan intelektual, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat.

Kapolda meminta IMM ikut melihat berbagai potensi kerawanan sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Deteksi dan pencegahan sejak dini dinilai penting karena perkembangan situasi keamanan saat ini semakin dinamis dan dapat berubah dalam waktu cepat.

“Kita perlu melihat berbagai potensi kerawanan di lingkungan kita. Kontribusi apa yang bisa kita berikan untuk mencegah dan menyelesaikan persoalan tersebut harus kita pikirkan bersama. Dinamika saat ini semakin kompleks dan perubahan bisa terjadi dengan cepat,” jelasnya.

Belajar dari Konflik 1999Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengajak generasi muda Maluku menjadikan pengalaman konflik sosial yang terjadi pada 1999 sebagai pelajaran berharga.

Menurutnya, banyak generasi muda saat ini tidak mengalami langsung peristiwa tersebut. Karena itu, pengalaman pahit masa lalu harus dijadikan pembelajaran agar tidak berkembang menjadi prasangka, kebencian dan permusuhan antarkelompok.

“Tidak ada yang benar-benar menang dan tidak ada yang benar-benar kalah. Yang ada adalah korban. Banyak saudara kita yang menjadi korban, baik Muslim maupun non-Muslim, masyarakat sipil maupun aparat TNI dan Polri,” tuturnya.

Kapolda menilai konflik tersebut telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat dan menyebabkan Maluku mengalami kemunduran. Karena itu, generasi muda harus menjadikan sejarah sebagai energi untuk membangun Maluku yang lebih aman, damai dan maju

.Ia menegaskan stabilitas keamanan merupakan fondasi bagi berkembangnya pendidikan, investasi, pariwisata, ekonomi dan berbagai sektor pembangunan lainnya.

Penyampaian aspirasi mahasiswa, kata dia, tetap menjadi bagian penting dari demokrasi. Namun, aspirasi harus disampaikan secara tertib, bertanggung jawab dan sesuai ketentuan hukum.

“Kita tunjukkan bahwa masyarakat Maluku mampu menyampaikan pendapat dengan tertib, dewasa, dan bertanggung jawab. Kita harus menjaga agar tidak terjadi perkelahian antarkelompok, antarnegeri, maupun konflik sosial lainnya,” tegasnya.

Gagas Kampung Inggris di AmbonTak hanya berbicara mengenai keamanan, Kapolda juga menawarkan sejumlah gagasan untuk meningkatkan kualitas SDM generasi muda Maluku. Salah satunya adalah membangun Kampung Inggris di salah satu desa di Kota Ambon sebagai proyek percontohan.

Program tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun budaya membaca, berdiskusi serta meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Kapolda membuka peluang keterlibatan perguruan tinggi melalui mahasiswa dan dosen, baik dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penelitian maupun program akademik lainnya.

“Tidak perlu langsung membuat program yang besar. Kita pilih satu desa terlebih dahulu. Di desa tersebut kita bangun suasana yang mendukung kegiatan membaca dan berbahasa Inggris,” jelasnya.

Menurut Kapolda, peningkatan literasi dan kemampuan bahasa asing tidak hanya berdampak pada pendidikan, tetapi juga dapat memperluas peluang generasi muda Maluku untuk memperoleh beasiswa dan mengakses pendidikan hingga tingkat internasional.

Ia juga menilai ruang interaksi positif yang dibangun melalui program tersebut dapat memperkuat rasa saling percaya dan ketahanan sosial masyarakat.

Dorong Hilirisasi Potensi PerikananDi sektor ekonomi, Kapolda mendorong IMM ikut terlibat dalam mengembangkan potensi lokal Maluku, khususnya sektor kelautan dan perikanan.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Maluku harus dibarengi dengan kemampuan masyarakat dalam mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.

Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan limbah ikan. Dengan dukungan penelitian dan teknologi, limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan pakan ikan maupun pupuk sehingga memiliki nilai ekonomi dan tidak sekadar menjadi sisa produksi.

“Maluku memiliki sumber daya perikanan yang sangat besar. Kalau kita mampu menghasilkan produk unggulan yang berasal dari sumber daya alam kita sendiri, tentu ini menjadi sesuatu yang sangat baik,” ungkapnya.

Kapolda menekankan agar setiap gagasan dimulai dari skala kecil dan terukur. Keberhasilan proyek percontohan nantinya dapat menjadi dasar untuk mengembangkan program serupa di wilayah lain.

“Tidak perlu bermimpi terlalu besar pada tahap awal. Mulailah dari sesuatu yang kecil, tetapi nyata dan dapat dilaksanakan. Kita mulai dari skala kecil, kita petakan prosesnya, kita lihat produk yang dihasilkan dan nilai ekonominya. Kalau berhasil, kemudian kita kembangkan,” jelasnya.

IMM Siap KolaborasiKetua Umum DPP IMM Maluku Muhammad Saleh Soawakil menyambut positif gagasan kolaborasi yang disampaikan Kapolda.

Menurutnya, audiensi tersebut menjadi langkah awal kepengurusan baru IMM Maluku untuk membangun komunikasi dengan Polda sekaligus menyampaikan gagasan mengenai kontribusi mahasiswa terhadap keamanan dan pembangunan daerah.

“Kedatangan kami merupakan silaturahmi pertama dengan Ayahanda Kapolda setelah kami dilantik. Kami ingin membangun komunikasi sekaligus membicarakan berbagai persoalan yang berkaitan dengan Maluku, khususnya mengenai konsep kolaborasi anak muda dalam menjaga keamanan, kedamaian, dan kemajuan daerah,” ujar Muhammad Saleh.

Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas kepolisian. Pemuda, mahasiswa, organisasi masyarakat, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga Maluku tetap aman dan damai.

IMM Maluku sendiri tengah menggagas program desa binaan yang diharapkan menjadi ruang bagi kader untuk mengidentifikasi persoalan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal.

“Kami ingin agar IMM tidak hanya hadir dalam kegiatan diskusi dan akademik, tetapi juga benar-benar hadir di tengah masyarakat. Salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat,” katanya.

Di bidang pendidikan, IMM juga memberikan perhatian terhadap masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Para kader yang memiliki latar belakang pendidikan didorong untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin membuat program yang memiliki semangat seperti Polisi Mengajar. Kader-kader IMM dapat turun langsung ke masyarakat dan mengabdi melalui pendidikan. Akan sangat baik apabila program tersebut dapat dikolaborasikan dengan Polda Maluku,” jelas Muhammad Saleh.

Ia mengakui IMM memiliki keterbatasan sumber daya, namun memiliki kader, gagasan dan semangat untuk berkontribusi. Karena itu, kerja sama dengan Polda Maluku, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting agar gagasan tersebut dapat diwujudkan secara nyata.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi mengatakan, audiensi tersebut menunjukkan pentingnya membangun komunikasi terbuka antara kepolisian dan organisasi kemahasiswaan.

Menurutnya, mahasiswa dan pemuda memiliki posisi strategis karena mempunyai energi, gagasan sekaligus kapasitas intelektual untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

“Polda Maluku memandang pemuda dan mahasiswa bukan hanya sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai mitra strategis yang memiliki energi, gagasan, dan kapasitas intelektual untuk ikut menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat,” ujarnya.

Rositah menegaskan, Polda Maluku akan terus mendorong komunikasi dan kolaborasi bersama IMM Maluku agar berbagai gagasan yang dibahas tidak berhenti pada ruang diskusi, tetapi dapat diwujudkan menjadi program konkret dan berkelanjutan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *