Tiga Ketua TP-PKK Kecamatan Resmi Dilantik, Dari Kecamatan hingga Dasawisma, Lisa Wattimena Dorong PKK Hadir untuk Keluarga

0

 

AMBON, BeritaLaser. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Ambon, Lisa M. Wattimena, melantik Ketua TP-PKK Kecamatan Nusaniwe, Teluk Ambon, dan Leitimur Selatan (Letisel), Kamis (29/10/2026). Pelantikan berlangsung pukul 09.00 WIT di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon.

Dalam pelantikan tersebut, Magdalena Wattimena dilantik sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Nusaniwe, Nurhayati Bua Mona sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Teluk Ambon, dan Lisiya Pattinama sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Leitimur Selatan.

Dalam sambutannya, Lisa Wattimena menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian kepemimpinan dalam organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat konsolidasi, meningkatkan kualitas kerja, serta memastikan program PKK berjalan optimal hingga ke tingkat desa, negeri, dan kelurahan.

Ia menyampaikan ucapan selamat kepada para ketua TP-PKK kecamatan yang baru dilantik dan mengajak mereka menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, serta komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Selamat bergabung dalam pelayanan bersama keluarga besar Tim Penggerak PKK Kota Ambon. Semoga selalu amanah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab ini,” ujar Lisa.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para ketua TP-PKK kecamatan sebelumnya atas waktu, perhatian, dan pengabdian mereka dalam menggerakkan program PKK di wilayah masing-masing.

Lima Langkah Awal Perkuat Organisasi PKK

Lisa menekankan lima langkah awal yang perlu menjadi perhatian para ketua TP-PKK kecamatan yang baru dilantik.

Pertama, melakukan konsolidasi organisasi dengan mempelajari kondisi kepengurusan, pembagian tugas, serta program yang sedang berjalan. Para ketua juga diminta membangun komunikasi yang baik dengan TP-PKK desa, negeri, dan kelurahan untuk menjaga kesinambungan program sekaligus menghadirkan semangat baru.

Kedua, menyusun rencana kerja yang terarah dan realistis dengan menjadikan 10 Program Pokok PKK sebagai pedoman. Program tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Lisa juga meminta agar proses pelantikan ketua TP-PKK pada kelurahan yang mengalami pergantian kepemimpinan segera ditindaklanjuti sehingga seluruh program dapat berjalan hingga ke tingkat desa, negeri, dan kelurahan.

Ketiga, memperkuat pembinaan secara berjenjang hingga kelompok dasawisma. Menurutnya, kader dasawisma memiliki kedekatan langsung dengan kehidupan keluarga sehingga membutuhkan pendampingan, pemahaman tugas, dukungan pendataan, serta ruang komunikasi untuk menyampaikan kendala yang dihadapi.

“Saya ingin para kader merasakan bahwa mereka memiliki tempat untuk bertanya dan memperoleh bantuan ketika menghadapi kesulitan,” tegasnya.

Keempat, menertibkan administrasi dan pelaporan melalui pembaruan data, pengelolaan buku administrasi, serta dokumentasi kegiatan secara baik. Administrasi tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.

Kelima, menjaga komunikasi dan semangat belajar bersama. Lisa berharap setiap kecamatan aktif berbagi pengalaman dan menjadikan program yang berhasil sebagai contoh bagi wilayah lainnya. Pemanfaatan media komunikasi juga perlu dilakukan secara bijak untuk memperkuat koordinasi, berbagi pengetahuan, dan memperkenalkan hasil karya keluarga serta kader PKK.

PKK Harus Menjadi Mitra Strategis Pemerintah

Lebih lanjut, Lisa menegaskan bahwa TP-PKK merupakan mitra kerja pemerintah yang memiliki peran penting dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Karena itu, pengelolaan organisasi PKK harus dilakukan secara profesional, adaptif, dan mampu menjawab berbagai perubahan di era digital.

Ia menilai, ketua dan pengurus TP-PKK di setiap jenjang harus mampu menjadi motor penggerak sekaligus fasilitator dalam menjalankan program-program pemberdayaan keluarga.

Menurutnya, keberhasilan PKK Kota Ambon tidak dapat dicapai hanya melalui kerja pengurus tingkat kota, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pengurus di tingkat kecamatan, desa, negeri, dan kelurahan.

“PKK Kota Ambon tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan kerja dari Bapak/Ibu di kecamatan, kelurahan, desa, dan negeri,” ungkapnya.

Lisa turut mengharapkan dukungan para camat agar ketua dan pengurus TP-PKK di wilayah masing-masing dapat menjalankan tugas dengan baik. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan program pemberdayaan keluarga terlaksana secara berkesinambungan dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ia juga mengajak jajaran TP-PKK Kota Ambon untuk terus mendampingi para pengurus kecamatan melalui pembinaan yang terencana dan komunikasi terbuka.

Kepada para ketua yang baru dilantik, Lisa berpesan agar kepemimpinan dijalankan dengan keteladanan, kedisiplinan, dan semangat bekerja bersama.

“Jadikan kepemimpinan ibu-ibu sebagai kekuatan yang akan menumbuhkan kader, menghidupkan organisasi, dan mendekatkan pelayanan PKK kepada masyarakat,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Lisa kembali mengucapkan selamat kepada ketiga ketua TP-PKK kecamatan yang baru dilantik. Ia berharap kebersamaan dan kerja sama seluruh pengurus dapat melahirkan berbagai program yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat Kota Ambon.

“Bekerjalah dengan hati, berikanlah yang terbaik bagi keluarga dan masyarakat, berikan yang terbaik bagi Kota Ambon yang kita cintai bersama,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, kegiatan TP-PKK Kota Ambon juga berkaitan dengan upaya mendukung penanganan stunting melalui pemberian bantuan kepada keluarga yang memiliki anak berisiko stunting. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kota Ambon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *