Polda Maluku Matangkan Operasi Antik Salawaku 2026, Perang Melawan Narkoba Dimulai

0

AMBON, BeritaLaser. Polda Maluku semakin memantapkan langkah dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Menjelang pelaksanaan Operasi Antik Salawaku 2026, seluruh personel yang terlibat dibekali strategi, kemampuan teknis, serta pola bertindak yang profesional melalui Pelatihan Pra Operasi (Lat Pra Ops).

Pelatihan tersebut resmi dibuka oleh Karo Ops Polda Maluku, Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor, S.I.K., M.Si., di Aula Basudara Manise Polda Maluku, Selasa (28/7/2026).

Mengusung tema “Melalui Pelatihan Pra Operasi Antik Salawaku 2026 Kita Tingkatkan Profesionalisme dan Strategi dalam Memberantas serta Mencegah Peredaran Gelap Narkoba untuk Menciptakan Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang Kondusif”, kegiatan ini diikuti Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku, para Kasubdit Ditresnarkoba, serta seluruh personel yang tergabung dalam Surat Perintah Operasi Antik Salawaku 2026.

Lat Pra Ops menjadi tahapan penting untuk menyatukan pemahaman, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh personel memiliki kesiapan maksimal sebelum operasi pemberantasan narkotika dilaksanakan.

Dalam arahannya, Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor menegaskan bahwa narkotika masih menjadi ancaman serius yang dapat mengganggu keamanan sekaligus merusak masa depan generasi bangsa.

Menurutnya, jaringan narkotika kini terus berkembang dan semakin kompleks. Para pelaku memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, transaksi digital, jasa pengiriman, hingga jalur laut untuk menjalankan aksinya.

“Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika hingga saat ini masih menjadi salah satu ancaman serius, baik di tingkat nasional maupun di Provinsi Maluku. Perkembangan jaringan narkotika semakin kompleks dengan memanfaatkan teknologi informasi, transaksi digital serta berbagai modus operandi baru yang membutuhkan kewaspadaan, kemampuan, dan strategi penanganan yang lebih komprehensif,” kata Ronald.

Ia menegaskan, Operasi Antik Salawaku 2026 merupakan langkah strategis Polri dalam menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Pelaksanaan operasi akan mengedepankan upaya preemtif, preventif, penegakan hukum, serta didukung fungsi intelijen dan kehumasan secara terpadu.

Keberhasilan operasi, lanjut Ronald, sangat bergantung pada kesiapan personel yang memiliki kemampuan, profesionalisme, integritas, serta pemahaman yang baik terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Keberhasilan operasi sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta mampu bersinergi dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.

Dalam pelatihan tersebut, seluruh peserta juga diminta untuk menyamakan persepsi terkait sasaran operasi, memahami perkembangan modus jaringan narkotika, memperkuat koordinasi antar-satuan tugas, serta melaksanakan setiap tindakan secara cermat, profesional, akuntabel, dan berbasis informasi yang valid.

“Manfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan dan menyamakan pola bertindak di lapangan. Bangun sinergi yang solid antar-satgas, pahami setiap perkembangan modus operandi jaringan narkotika, dan laksanakan setiap tindakan secara profesional serta akuntabel,” ujar Ronald.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan Lat Pra Ops Antik Salawaku menjadi bagian penting dalam mempersiapkan personel menghadapi tantangan pemberantasan narkotika yang terus berkembang.

Menurutnya, kejahatan narkotika saat ini bergerak secara dinamis dan memanfaatkan teknologi digital serta jaringan lintas wilayah. Karena itu, diperlukan personel yang memiliki kemampuan teknis, profesionalisme, dan integritas tinggi.“Pelatihan ini menjadi bekal penting bagi seluruh personel agar memiliki kesamaan persepsi, kesiapan teknis, dan strategi yang tepat dalam pelaksanaan Operasi Antik Salawaku 2026,” ujar Rositah.

Ia menegaskan, Polda Maluku berkomitmen mendukung program nasional pemberantasan narkotika melalui langkah-langkah yang profesional, terukur, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.

Selain kesiapan aparat, Rositah juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil peran dalam memerangi narkotika. Warga diminta tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di lingkungan sekitar.

“Pemberantasan narkotika tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar ruang gerak para pelaku semakin sempit,” katanya.

Melalui Lat Pra Ops Antik Salawaku 2026, Polda Maluku memastikan seluruh personel siap menjalankan operasi secara profesional dan terukur. Dengan strategi yang adaptif, koordinasi lintas fungsi, serta dukungan masyarakat, Operasi Antik Salawaku 2026 diharapkan mampu menekan peredaran narkotika dan menjaga Maluku tetap aman, sehat, serta bebas dari ancaman narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *