Buka Amboina International Music Festival 2026, Bodewin Tegaskan Musik Sebagai Jiwa ,Kekuatan pendidikan dan pembangunan kota yang berkelanjutan.

0

 

AMBON, BeritaLaser. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, secara resmi membuka Music and Cities Forum yang merupakan bagian dari rangkaian acara Amboina International Music Festival 2026. Acara pembukaan tersebut berlangsung di Teater Taman Budaya Provinsi Maluku, Karang Panjang, pada Jumat (30/10/2026).

Mengusung tema “Music for Education”, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan nasional dan internasional, termasuk Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Bupati Ponorogo beserta jajaran, pimpinan daerah dari jejaring Kota Kreatif UNESCO Indonesia (seperti Malang, Jakarta, Ponorogo), perwakilan UNESCO Creative Cities Network (UCCN), akademisi, seniman, budayawan, serta para pendidik dan komunitas musik.

Dalam sambutannya, Bodewin Wattimena menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tamu undangan, narasumber, dan delegasi dari berbagai daerah yang hadir untuk berbagi gagasan, pengalaman, serta komitmen dalam mengembangkan musik, pendidikan, dan kebudayaan sebagai kekuatan pembangunan.

Musik Sebagai Identitas dan Warisan Berkelanjutan

Bodewin mengingatkan kembali perjalan panjang Ambon sejak diakui sebagai UNESCO City of Music pada tahun 2019, serta pencapaian nilai excellent pada evaluasi pertama di tahun 2025 lalu. Menurutnya, predikat tersebut merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi warga Kota Ambon.

 “Bagi masyarakat Kota Ambon, musik bukan sekadar pertunjukan atau hiburan semata, melainkan tradisi yang berjalan bersama perkembangan kota dan menjadi bagian dari identitas budaya kita dari masa ke masa,” ujar Bodewin.

Beliau menekankan pentingnya menjaga musik agar tidak berhenti sebagai tradisi semata, tetapi juga diwariskan dan dipelajari secara berkelanjutan seiring perubahan zaman.

Kurikulum Musik dan Penguatan Generasi Muda

Sejalan dengan tema Music for Education, Pemerintah Kota Ambon berkomitmen memperkuat sumber daya manusia melalui penerapan kurikulum muatan lokal musik di sekolah-sekolah.

Melalui kurikulum ini, generasi muda Ambon tidak hanya diajak terlibat dalam ekosistem musik, tetapi juga dididik untuk:

 * Mengembangkan kreativitas dan disiplin diri.

 * Membangun kepekaan sosial dan rasa saling menghargai.

 * Mengenal potensi diri serta memahami musik sebagai jiwa dan nilai kehidupan.

Untuk menyukseskan hal ini, Walikota menegaskan pentingnya kolaborasi dan dukungan dari seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi, komunitas seniman, musisi, hingga masyarakat luas.

Kolaborasi Antarkota dan Evaluasi Pelaksanaan

Lebih lanjut, Bodewin mengemukakan bahwa pembangunan kota di era modern memerlukan kolaborasi dan jejaring (networking) yang kuat antarwilayah. Melalui forum ini, kota-kota kreatif di Indonesia dapat saling mengisi kelebihan dan kekurangan satu sama lain guna menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital.

Di akhir sambutannya, Bodewin memberikan catatan korektif dan evaluasi kepada panitia serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon. Beliau mendorong agar ke depannya kegiatan festival semacam ini dapat diselenggarakan di ruang terbuka publik (open space).

 “Saya berharap tahun depan kegiatan ini dilaksanakan secara terbuka di ruang publik agar masyarakat umum serta UMKM dapat ikut tumbuh dan menikmati kemeriahannya bersama, tidak hanya terbatas di dalam ruangan,” pungkasnya.

Pembukaan Music and Cities Forum ditandai dengan panjatan doa dan rasa syukur, disusul ajaran untuk menjadikan musik sebagai jembatan yang menghubungkan pendidikan, kebudayaan, persahabatan, dan pembangunan kota yang berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *