PT. Silkar National Pastikan Keamanan Kabel Laut di Kedalaman 1 Meter, Libatkan 30 Lebih Tenaga Loka
TUAL, Beritalaser -* Pelaksana proyek jaringan kabel laut, *PT. Silkar National*, memastikan pekerjaan penanaman kabel mengacu pada standar keamanan dengan kedalaman minimal 1 meter, meski di lokasi berkarang.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Lapangan PT. Silkar National, *Suryadi*.”Memang hanya di lokasi ini yang berkarang, sedangkan standar kami untuk keamanan kabel laut adalah kedalaman minimal 1 meter.
Jadi apa pun aktivitas warga di atasnya, kita tetap aman. Mau ada bakar-bakar atau sampah, semuanya aman,” ujar Surayadi.
Menurut Surayadi, pihaknya sengaja menggunakan alat berat untuk memastikan kabel tertanam dalam, guna mencegah gangguan hama seperti tikus.
Evaluasi ini dilakukan berkaca dari gangguan sebelumnya di jalur Topa – Kedopong yang terjadi akibat standar kedalaman yang kurang sesuai.*Target Selesai Januari, Tunggu Kapal Maret-April.
Suryadi menjelaskan, pekerjaan dimulai sejak Agustus dan ditargetkan bersih pada Januari minggu keempat. Untuk tahap penyambungan akhir masih menunggu kapal khusus.”Mulainya kami di bulan Agustus, selesainya Januari. Kalau di kami bersih ya. Cuma kita harus menunggu kapal mereka datang baru pasang lagi. Karena alat dan kabel kami berfungsi kalau kabel mereka sudah datang dan perangkat mereka dipasang. Kapal itu akan berlaku di sini sekitar bulan Maret dan April,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam proyek ini PT. Silkar National melibatkan *lebih dari 30 orang tenaga lokal*.*Murni Investasi Swasta*Surayadi menegaskan proyek ini bukan proyek pemerintah dan tidak menggunakan dana publik atau APBN, melainkan murni investasi swasta Telkom.”Ini back to back ya, jadi kami adalah pihak ketiga.
Yang punya kontrak adalah dari Telkom Internasional ke HNN dan Lintasarta. Jadi kami adalah pihak ketiganya. Ini bukan dana publik, bukan dana pemerintah. Ini murni investasi dari perusahaan,” tegas Surayadi.Pemerintah, lanjutnya, hanya berperan mendorong pemerataan jaringan internet sampai ke pelosok desa. Bahkan Telkom tidak diperbolehkan membangun di rute yang sudah menjadi program pemerintah seperti rute Dobo – Saumlaki.
“Harapan masyarakat untuk bisa mendukung program-program pemerintah terutama untuk komunikasi melalui Telkom, karena produk telekomunikasi ini akan sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas dan konektivitas masyarakat di era digital sampai ke tingkat desa,” tutup Suryadi.-
